Header Ads

Pengajian Tukang Becak Semakin Diminati


SEPUTARJATENG, SOLO - Walau gerimis tak kunjung reda, tidak menyurutkan langkah Handoko (54 tahun) untuk mengikuti jadwal rutin pengajian, Jum’at (17/02/2017). Sudah sejak April 2016 pengajian bersama tukang becak, buruh, loper koran dan dhuafa berjalan rutin sebulan sekali. Mereka ini tergabung dalam program Majelis Ta'lim Abang Becak atau lebih dikenal dengan sebutan MATABACA.

Bertempat di Masjid Istiqomah, Kaliwingko, Grogol, Sukoharjo, sebanyak 50 orang anggota hadir mengikuti ta’lim rutin. Pengajian ini semakin diminati oleh oleh warga dhuafa, mereka yang hadir mengajak teman di pengajian berikutnya. Pada kesempatan kali ini materi pengajian disampaikan oleh Ustadz Shodikin dari Sragen.

“Hati itu ada tiga jenis. Jenis pertama adalah qolbun salim atau hati yang bersih, jenis kedua qolbun maridl atau hati yang berpenyakit, dan jenis yang ketiga adalah qolbun mayyit atau hati yang mati. Kira-kira, berada di manakah hati kita?”, kata Shodikin kepada jama’ah yang hadir.

Salah satu Program NH ini sudah terlaksana dibeberapa kota. Nurul Hayat Sidoarjo, Nurul Hayat Tuban, Nurul Hayat Solo, Nurul Hayat Yogyakarta, Nurul Hayat Malang, dan beberapa kota yang tahun ini akan dimulai. Sekarang jumlah anggotanya hampir 5.000 orang secara nasional. Dengan Slogan "Yaa Mbecak, Yaa Ngaji" yang juga menjadi komitmennya.

Semoga dengan majelis ta'lim untuk abang becak ini menjadi pelepas penat setelah seharian mengayuh becak. Tidak hanya mencari bekal di dunia, namun tidak lupa mulai menabung untuk bekal di akhirat kelak. #NurulHayat #Matabaca. (ian)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.